Senin, 15 September 2014

Cimory Bawen, Tempat Rekomendasi Wisata Keluarga

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas

2013 lalu, ada salah satu restoran dari Bogor yang lumayan terkenal, bernama Cimory akan hadir di Semarang, ehm... sebenarnya tidak tepat jika berada di Semarang, melainkan berada di Bawen, yang masih termasuk kabupaten Semarang. Yah, seperti orang-orang kebanyakan, yang selalu tertarik dengan hal-hal baru, saya pun merencanakan hendak pergi ke tempat tersebut bersama saudara sepupu saya. Apalagi kalau bukan untuk memuaskan rasa penasaran saya.

Pada suatu minggu, akhirnya saya pun berangkat menuju ke Cimory Bawen bersama adik sepupu serta kedua teman saya. Saya sengaja memilih waktu pagi agar tidak terjebak macet maupun keramaian di tempat yang saya tuju. Iya..., saya tidak suka ramai dan macet, terutama di daerah Bawen sana mobil-mobil yang lewat pun bukan hanya mobil pribadi, melainkan juga bus, tronton, truk batu dan pasir. Bisa dibayangkan, kan, bagaimana rasanya kalau terjebak macet dengan motor-motor seperti itu?

Akhirnya, sekitar pukul 10 kami tiba di sana. Suasana cukup sejuk dan dingin. Daerah ungaran, mbawen memang daerah pegunungan. Suasananya nyaman dan enak. Yang perlu dicatat hanya satu hal, tempat ini pun juga terasa panas. Sejuk tapi panas. Di Cimory, saya menemukan ada dua buah bangunan di bagian depan, setelah tempat parkir mobil. Yang pertama supermarket berisi tempat jualan olahan dari sapi, sedangkan di sisi kanan, kalau tidak salah merupakan restorannya. Kami tidak memilih ke restoran tersebut karena berniat untuk makan di Kampung Rawa yang ada di daerah Ambarawa, tepatnya di jalur lingkar luarnya.


Cimory lumayan enak. Ada taman, tempat bermain untuk anak kecil, ada sebuah peternakan kecil-kecil berisi sapi totol item-putih, kemudian kandangan kelinci yang gemuk ginuk-ginuk, dan beberapa binatang lainnya. Tempat ini disarankan untuk menjadi tempat wisata keluarga, terutama anak-anak. Mereka pasti senang bertemu dengan hewa-hewan di sini. Kalau saya, mah..., hehehe....
Read More

Jumat, 12 September 2014

Gereja Blenduk Semarang

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas
Gereja Blenduk, salah satu bangunan yang menjadi ikon di kota Lama semarang. Usia Gereja ini cukup tua. Pertama kali dibangun, bentuknya pun tidak seperti sekarang ini. Bentuknya seperti rumah panggung dengan atap sesuai dengan arsitektur Jawa Kemudian, bangunan itu pun dirombak dan dijadikan seperti yang sekarang. Gedung ini dibangun kembali oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas, dengan dua menara dan atap kubah. Keterangan mengenai Wilde dan Wetmas tertulis pada kolom di belakang mimbar.

Bangunan Gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal yang secara vertikal terbagi atas tiga bagian. Bangunan ini menghadap ke Selatan. Lantai bangunan hampir sama tinggi dengan jalan di depannya. Pondasi yang digunakan terbuat dari batu dan sistem strukturnya dari bata. Dinding terbuat dari bata setebal satu batu. Atap bangunan berbentuk kubah dengan penutupnya lapisan logam yang dibentuk oleh usuk kayu jati. Di bawah pengakiran kubah terdapat lubang cahaya yang menyinari ruang dalam yang luas. Di depan Gereja Blenduk terdapat taman Srigunting dan di sisi yang lain merupakan jalan pada yang sering dilewati banyak mobil. 


Jika merasa lelah atau sedang berjalan-jalan di sekitar kota Lama, sempatkan untuk mampir ke taman Srigunting dan menikmati keindahan Gereja Blenduk serta angin silir dari taman. Di sana tempat yang menyenangkan untuk berkumpul, meski agak berisik karena salah satu sisi jalan merupakan lalu lintas utama dari arah utara.

(Foto dari berbagai sumber)
Read More

BonBin Mangkang

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas


Namanya adalah Taman Margasatwa Semarang, tapi orang-orang kadang menyebutnya sebagai Kebun Binatang Mangkang, karena letaknya yang ada di pinggir barat ibu kota Semarang, yaitu daerah Mangkang. Taman Margasatwa Semarang dulunya tidak bernama taman Margasatwa Semarang, melainkan lanjutan dari Taman Hiburan Rakyat. Dulunya, pun tidak bertempat di Mangkang, melainkan di TBRS atau Taman Budaya Raden Saleh.

Sejak 28 Februari 2007, barulah kebun binatang itu resmi dipindahkan ke daerah Mangkang yang jauh lebih luas dan lapang. Selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang Mangkang ini pun dijadikan sebagai tempat edukasi bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai macam jenis satwa-satwa. Ada rusa, kancil, gajah, dan berbagai macam jenis burung yang disertai penjelas serta nama latin dari setiap binatang tersebut.


Di sana juga disediakan beberapa macam jenis permainan. Kita bisa naik ke atas punggung gajah sambil berjalan-jalan, kemudian menyusuri danau buatan sambil ditemani burung pelikan, atau bermain di waterboom. Kebun Binatang Mangkang buka setiap hari, tapi jika di hari libur maka bersiap-siaplah dengan keramaian yang ada di sana.


Read More

Kamis, 11 September 2014

Banjir Kanal Barat Semarang

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas


Sebelumnya, Banjir Kanal Barat tidak memiliki rupa seperti ini. Namun, beberapa tahun yang lalu, sungai ini diperbaiki dan dirombak sedemikian rupa hingga berubah menjadi sangat cantik dan indah dipandang, bahkan... sekarang bisa menjadi tempat penyelenggaran sebuah festival yang bernama festival Banjir Kanal Barat.

Banjir Kanal Barat merupakan sungai terpanjang di kota Semarang yang menjadi gabungan sungai garang, kreo, dan kripik yang berasal dari ungaran dan berfungsi sebagai pengendali banjir utama di kota Semarang. Sebelum dibenahi dan ditata, Banjir Kanal Barat terlihat sangat tidakmenarik untuk menjadi tempat wisata. Banyak semak- ilalang yang tinggi dan pinggirannya juga kotor. Namun, sekarang, semak – ilalang telah dibersihkan. Area pinggiran pun ditata sedemikian rupa hingga menjadi arena berkumpul yang nyaman. Keadaan di sekitar terlihat bersih, sehingga membuat siapa pun senang berkunjung ke sana. Apalagi ada beberapa taman di sekitar sungai ini.


Untuk semakin menyemarakkan keadaan di sekitar sungai ini, maka diadakanlah festival Banjir Kanal Barat, semacam festival perahu hias dan lampion yang selalu ramai dengan kedatangan pengunjung. Selain festival perahu hias, ada juga festival kuliner, pagelaran wayang, dan lain sebagainya. Sangat disayangkan kalai melewatkan acara ini. Namun, hati-hati saat berkunjung ke festival Banjir Kanal Barat, jika anda membawa mobil atau motor, maka bersiaplah untuk menghadapi macet yang lumayan panjang dan lama.
Read More

Marina Semarang

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas

Meski merupakan hasil reklamasi (pengurukan) di wilayah kota Semarang, keindahan pantai Marina tak kalah dengan keindahan pantai-pantai alami pada umumnya. Pantai yang letaknya di dekat PRPP itu elok dipandang dan enak untuk menjadi tempat bersantai. Selain suasana yang tenang, angin semilir dari arah laut pun sering berembus, hingga menimbulkan suasana sejuk. Banyaknya pepohonan di pinggir pantai membuat para pengunjung bisa berteduh dari sengatan sinar matahari.

Pantai Marina terletak persis di seberang Pantai Maron, pantai yang ada di wilayah Bandara Ahmad Yani. Di Marina, ada semacam beton yang mengitari tepi pantai yang berguna untuk menahan abrasi pantai serta menjadi pemecah gelombang. Selain itu, pemecah gelombang itu pun bermanfaat untuk memudahkan kapal-kapal supaya bersandar di pelabuhan. Pantai Marina memang memiliki sebuah pelabuhan untuk kapal-kapal ukuran kecil sampai sedang. Di sana, kita pun bisa menyewa kapal untuk sekedar berputar-putar di sekitar pantai. Semakin banyak orang yang ikut dalam perjalanan itu, biasanya, harga sewa kapal pun akan semakin murah.

Untuk menjangkau Marina tidak terlalu sulit, hanya perlu sedikit usaha apalagi yang belum terbiasa dengan jalan Semarang. Dari arah kota Semarang, kita hanya perlu lurus terus mengikuti jalan, tak perlu belok-belok. Saat menemukan lampu merah pertama (yang mana bila berbelok ke kanan ikuti lampu, sedangkan bila lurus akan menuju ke arah bandara), kita bisa berbelok ke kanan. Lurus terus ikut jalan hingga sampai ke puri Anjasmoro. Kemudian ketika menemukan perempatan dan lampu merah lagi, maka belok ke kanan. Lurus terus kemudian ambil kiri dan terus saja ikuti jalan.

Jalan menuju ke pantai Marina memang tidak mudah. Bahkan, yang pernah datang ke sana (walau sesekali) masih sering kebingungan untuk menuju tempat itu, apalagi dengan petunjuk jalan yang minim.
Read More

Rabu, 10 September 2014

Lontong Tahu Gimbal Semarang

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata Gimbal? Pasti yang terbayang adalah rambut gimbal dan mungkin saja dataran tinggi Dieng. Namun, Gimbal yang ini jauh berbeda dari gimbal yang ‘itu’. Ini bukan rambut, melainkan makanan. Di Semarang, Gimbal merupakan sejenis kerupuk udang. Kerupuknya berbeda dari kerupuk yang keras dan ‘kriuk’, gimbal memiliki tekstur yang agak tebal tapi tak setebal bakwan, dan... benar-benar ada udangnya di kerupuknya, jadi udangnya tidak melebur jadi satu dengan tepungnya.

Racikan lontong tahu Gimbal cukup sederhana. Makanannya terdiri dari lontong, kol segar, tahu, tauge (jika ada), seledri, gimbal, telur, kemudian bumbu kacang. Makanan khas kota Semarang ini paling mudah dijumpai di Taman KB dan sekitarnya. Harganya cukup bervariasi antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Walau semua terlihat sama, tetapi rasa yang tercipta dari tiap-tiap pembuat bisa terasa sangat berbeda.

Racikan bumbu dari tiap-tiap penjualnya ini yang membuat rasa tiap lontong tahu gimbal yang berbeda-beda. Di Taman KB sendiri, lontong tahu gimbal yang paling terkenal adalah lontong Tahu Gimbal Pak Edy. Sementara, ada lagi lontong tahu Gimbal di daerah plampitan bernama Lontong Tahu Gimbal Pak Man. Jika memilih makan Tahu Gimbal di taman KB, jangan lupa memesan es campur atau es duren juga. Makan tahu Gimbal kurang lengkap rasanya kalau tanpa itu.




Read More

Mie Kopyok Semarang

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas


Pernah dengar nama Mie Kopyok? Mungkin belum pernah dengar. Sudah bisa membayangkan seperti apa bentuk mie kopyok itu? (Tolong jangan dibayangkan kalau mie kopyok itu sejenis dengan Mie yang di-kopyok-kopyok, ya. Itu beda.). Mie Kopyok atau bisa juga disebut sebagai Mie Lontong merupakan salah satu kuliner yang ada di Semarang. Kata kopyok sendiri merupakan istilah karena cara memasak mie-nya yang harus di-kopyok lebih dahulu sebelum dihidangkan.

Makanan yang terdiri dari bakmi yang kelihatan seperti bakmi jawa, tauge atau kecambah, tahu, dan lontong ini merupakan penganan yang enak dimakan, terutama saat lapar. Cara membuatnya mudah saja. Tauge dan bakmi direbus secara bersamaan, lontong dipotong-potong kecil bersama tahu, setelah tauge dan bakmi matang, langsung saja ditarung ke atas potongan lontong dan tahu. Baru tambahkan bumbu, kerupuk gendar, kecap, dan bagi yang doyan pedas, tinggal diberi ulekan lombok setan.

Dulunya, mie kopyok merupakan penganan atau dianggap sebagai jajanan saja. Pada era tahun 70-80an, kebanyakan penjual mie kopyok menjajakan dagangannya dengan cara dipikul berkeliling. Namun, semakin lama, sekarang bisa ditemukan beberapa penjual mie kopyok yang menetap di salah satu tempat. Selain itu, makanan ini yang dulunya makanan ringan sekarang bergeser menjadi makanan utama yang disantap oleh masyarakat.

Harga seporsi mie kopyok bisa dibilang murah. Di pedagang keliling, biasanya sepiring mie kopyok biasa dijual sekitar Rp 7000 – Rp 8000. Rekues lontong 1, hanya menambah sekitar 1000-an. Rasanya pun mantap, antara manis dan gurih.

Read More