Sabtu, 04 Oktober 2014

Anggora dan Persia

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas


Ras Kucing Persia dan Anggora sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Setidaknya, ketika saya bilang kalau saya pelihara kucing, pasti yang pertama kali ditanya adalah ‘kucing anggora atau persia?’ Saya cuma bisa nyengir, kalau yang saya pelihara adalah 4 kucing kampung. Yah, bisa dibilang, kucing kampung tidak terlalu diperhatikan orang, karena mungkin dianggap sebagai pengganggu. Kucing saya saja pernah ditendang orang, sampai tahu-tahu ketika pulang dia sudah megap-megap kayak orang mau mati. Untung saja, kucing saya sekarang baik-baik saja.

Di antara kucing-kucing ras lainnya, Anggora dan Persia sangat terkenal, harganya mahal, dan perawatannya bisa dibilang membutuhkan ketelatenan. Baik makanannya, kesehatannya, kebersihan tempat pupnya, harus diperhatikan dengan baik. Karena bila tidak, si kucing bisa sakit dan dibawa ke dokter. Biaya dokter hewan lumayan mahal euy. Ada perbedaan antara kucing anggora dan persia, meski mereka sama-sama kucing ras yang menawan.

Kucing Persia cenderung gemuk dan pendek dengan bulu-bulu yang tebal. Saking tebal bulunya, sekilas tampaknya kucing ini tidak berleher. Bentuk wajahnya bulat, memiliki hidung pesek dan lucu. Ekornya memanjang dan ditumbuhi bulu tebal pula. Kucing Persia ini lebih imut karena berbulu tebal dan pendek.

Ciri fisik lain yang diiliki kucing Persia adalah mata yang membulat, lebar dengan warna mata yang kurang tajam. Telinganya lebar pada bagian bawah dan membulat di bagian atas. Bagian dahi, hidung dan dagu membentuk garis tegak lurus. Kaki kucing Persia juga pendek, namun kokoh dan besar dengan cakar membulat dan besar.

Kucing Persia berasal dari daerah Persia, yaitu perbatasan Turki yang kini dikenal dengan Negara Iran. Sifak kucing ini lembut, patuh, dan tidak banyak bergerak. Perangainya yang kalem itu sangat cocok untuk dipelihara di dalam rumah. Hal ini berbeda dengan kucing lokal yang cenderung arogan dan nakal.

Kucing Anggora berasal dari wilayah Turki yang dulu bernama Anggora. Sekilas kucing Anggora mirip dengan kucing lokal, namun memiliki bulu tebal dan ekor panjang seperti musang. Bentuk kepalanya lonjong atua hampir berbentuk segitiga dengan hidung mancung. Matanya tajam dan menyorotkan sinar terang. Telinganya panjang dan meruncing di bagian ujung. Bulu muka kucing Anggora tidak setebal kucing Persia sehingga bila dilihat mukanya saja kucing ini mirip kucing local.

Secara sifat kucing Anggora sangat berbeda dengan kucing Persia. Bila kucing Persia terkenal imut, kalem, dan lembut, kucing Anggora lebih dominan dengan sifat cerdasnya. Ia memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga sedikit lebih gesit. Sikap sehari-hari kucing Persia dan Anggora pun berbeda. Kucing Persia berjalan lambat dengan kaki pendek dan manja. Namun, kucing Anggora lebih luwes saat berjalan seperti peragawati. Kucing Anggora sangat pintar berpose sehingga terlihat menggemaskan.

Kedua kucing di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Biasanya, pemelihara akan memilih kucing berdasarkan kebutuhannya. Baik kucing Anggora dan Persia, tetap harus dirawat dengan maksimal bila ingin tetap sehat dan lucu.
Read More

Jumat, 03 Oktober 2014

Bunga-bunga Yang Menyehatkan bagian 2

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas

Selain mawar dan melati, adalagi bunga matahari, ciplukan, kembang sepatu, juga kenanga. Masing-masing dari bunga-bunga ini memiliki khasiatnya sendiri. Bunga Matahari atau Helianthus annuus bisa digunakan untuk penyakit disentri, kencing batu, radang payudara, rematik, sakit kepala, maupun susah buang air besar atau air kecil.  Bagian yang digunakan dari bunga matahari adalah seluruh bagian tumbuhannya. Ada catatan kecil, bahwa wanita hamil di larang untuk meminum ramuan bunga matahari ini.


Lalu ada juga ciplukan. Tahu ciplukan? Mungkin sekarang kita sudah jarang melihat tanaman ini, padahal, tanaman ini biasanya tumbuh subur dan banyak di sawah-sawah. Buahnya bisa dimakan dan rasanya biasa, tidak terlalu manis, tapi juga tidak asam maupun tidak pahit. Buahnya enak dan banyak airnya. Ciplukan memiliki manfaat untuk penyakit ayan, bisul, borok, influenza, kencing manis, maupun sakit paru-paru. Bagian yang digunakan untuk penyakit adalah akar, daun, dan buah.


Kemudian ada juga Kembang Sepatu. Dari buku “262 Tumbuhan Obat & Khasiatnya” karangan Drs. H. Arief Hariana, terbitan Penebar Swadaya, memiliki banyak khasiat untuk menyembukan batuk lendir dan darah, batuk rejan, demam karena malaria, gondongan, infeksi saluran kemih, keputihan, mimisan, radang selaput mata, sariawan, dan tubercolusis. Bagian yang dimanfaatkan adalah bunga dan daunnya, baik yang segar atau pun kering.



Kenanga pun ternyata juga memiliki khasiat atau manfaat mengobati. Bunga berbau wangi dan biasa disatukan dengan kembang mawar dan melati ini bisa dimanfaatkan untuk penyakit bronkitis, kudis, malaria dan asma, maupun sesak napas. Sebenarnya, masih banyak lagi tumbuhan atau tanaman di sekitar kita yang beranfaat untuk pengobatan, tetapi terkadang kita tidak tahu saja apa manfaatnya.
Read More

Bunga-bunga Yang Menyehatkan

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas
Seringkali kita melihat mawar menghias di vas-vas pada ruang tamu atau ruang kerja. Kadang, mawar atau melati menjadi hiasan-hiasan wajib bagi para pengantin yang akan menikah. Namun, tahukah kalau mawar ternyata mengandung khasiat untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit, selain kegunaannya dalam sabun-sabun atau produk kecantikan?


Dari buku “262 Tumbuhan Obat & Khasiatnya” karangan Drs. H. Arief Hariana, terbitan Penebar Swadaya, dikatakan bahwa bunga mawar yang memiliki nama ilmiah Rosa chinensis Jacq. mengandung sitral, sitronelol, geraniol, linalol, nerol, eugenol, feniletil, alkohol, famesol, nonil-aldehida. Efek Farmokologis yang ditimbulkan di antaranya melancarkan sirkulasi darah, menormalkan siklus haid, antiradang, menghilangkan bengkak, dan mentralisir racun. Penyakit-penyakit yang bisa diobati oleh bunga mawar adalah batuk darah, campak, haid tidka teratur, keputihan, maupun prolapsus uteri.


Selain mawar, ada juga bunga Melati. Diambil dari buku yang sama, bunga melati memiliki manfaat untuk demam, sakit kepala, influenza, diare, jerawat, menghentikan produksi ASI yang berlebihan, radang mata merah, sesak napas, maupun susah tidur. Melati yang memiliki nama latin Jasminum sambac mengandung bahan kimia seperti asam format, asam asetat, asam benzoat, linalol, asam salisilat dan lain-lain. Efek farmakologis bunga dan daun melati di antaranya untuk anti radang, peluruh kemih, diaforetik, pelancar pernapasan, mengobati demam, influenza, sakit kepala, radang mata merah, dan masih banyak lagi. Susah kalau mau disebutin satu-satu.

Dua bunga yang kita lihat sehari-hari dan memiliki bau harum dan indah ini ternyata memiliki manfaat untuk mengobati penyakit yang sedang kita alami. 
Read More

Kamis, 02 Oktober 2014

Manfaat beberapa macam buah yang Kita kenal : Bengkoang, Belimbing manis, Belimbing Wuluh

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas



Bengkoang
Bengkuang atau lebih sering dibilang bengkoang sering dijual di tukang rujak dengan berbagai macam buah lainnya dan dicocol dengan saus gula merah yang kental dan manis. Di kosmetik-kosmetik kecantikan, bengkoang juga dimanfaatkan sebuah masker alami atau sabun pemutih juga.

Dalam buku “262 Tumbuhan Obat & Khasiatnya” karangan Drs. H. Arief Hariana, terbitan Penebar Swadaya, Bengkoang memiliki andungan pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Akan tetapi, biji dan daunnya mengandung racun. Karena  patut diperhatikan dalam menggunakan tumbuhan bengkoang ini. Bengkoang memiliki manfaat untuk penyakit beri-beri, Demam, diabetes Melitus, Panyakit kulit dan eksim, Sariawan serta Wasir.



Belimbing Manis
Masih dari buku yang sama, saya ingin mengulas sedikit mengenai belimbing manis.
Belimbing manis yang memiliki nama latin Averrhoa carambola L. memiliki rasa asam dan manis. Bunganya punya rasa manis, netral, sedangkan batang, daun, dan akarnya memiliki rasa asam, kelat, dan netral. Belimbing manis yang bisa kita jumpai di pasar dan (lagi-lagi bisa kita temukan di abang-abang penjual rujak), memiliki manfaat dan kegunaan antara lain untuk diabetes melitus, kolesterol, darah tinggi, influenza, kencing batu, lever, malaria, serta sakit kepala kronis.



Belimbing Wuluh
Buah belimbing bentuknya lonjong, berwarna hijau dan rasanya benar-benar sangat asam dan tidak enak. Biasa dipakai oleh ibu-ibu rumah tangga untuk memasak sayur asam atau asem-asem. Belimbing Wuluh memiliki efek farmakologis di antaranya menghilangkan sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang, peluruh kencing, dan pelembut wajah.

Bagian yang biasanya dipakai untuk mengobati penyakit adalah daun, bunga, dan buah. Penyakit yang bisa diobati seperti batuk, darah tinggi, jerawat, pegal linu, rematik, dan sakit gigi berlubang.
Read More

Manfaat Asam Jawa

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas
Kita tentu familiar dengan yang namanya asam atau lebih dikenal dengan sebuat asam jawa. Asam sering kali menjadi bahan dari makanan kita, seperti misalnya plecing kangkung atau dalam jamu kunir asam. Saya mengambil sebagian materi mengenai khasit asam jawa dari buku “262 Tumbuhan Obat & Khasiatnya” karangan Drs. H. Arief Hariana, terbitan Penebar Swadaya.


 Asam jawa yang memiliki nama ilmiah Tamarindus indica L. memiliki beberapa khasiat seperti untuk batuk, bisul, borok karena luka, gangguan pencernaan, karang gigi, menurunkan berat badan, mencegah rambut rontok, maupun sariawan. Namun, perlu diingat satu hal. Ada catatan khusus di mana wanita hamil dilarang memakan buah asam jawa yang tua. Saya akan sedikit share mengenai pembuatan ramuan untuk beberapa penyakit seperti sariawan, batuk, maupun mencegah rambut rontok.



.: Sariawan :.
Cuci bersih buah asam jawa atau bubuk kulit kayu asam jawa lalu campurkan dengan air secukupnya lalu gunakan untuk berkumur.

.: batuk :.
Cuci 10 gram daging buah asam, seduh dengan 1 gelas air panas, lalu minum bersama gula merah secukupnya 1 gelas sehari.

.: mencegah rambut rontok :.
Campur buah asam yang sudah masak dengansedikit air. Gunakan ramuan untuk mengurut kulit kepala, cuci dengan sampo, lalu bilas dengan air bersih.
Read More

Rabu, 01 Oktober 2014

Sastrawan-sastrawan Indonesia bagian 2

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas



NH Dini
Nh. Dini merupakan singkatan dari Nurhayati Srihardini. Dia dilahirkan pada tanggal 29 Februari 1936 di Semarang, Jawa Tengah. Ia adalah anak kelima (bungsu) dari empat bersaudara. Ayahnya, Salyowijoyo, seorang pegawai perusahaan kereta api. Ibunya bernama Kusaminah. Bakat menulisnya tampak sejak berusia sembilan tahun. Pada usia itu ia telah menulis karangan yang berjudul “Merdeka dan Merah Putih”. Tulisan itu dianggap membahayakan Belanda sehingga ayahnya harus berurusan dengan Belanda. Namun, setelah mengetahui penulisnya anak-anak, Belanda mengalah.

Sebagai pengarang, Nh. Dini termasuk salah satu pengarang yang kreatif. Banyak karya yang telah ditulisnya, baik itu puisi, cerpen, maupun novel. Karya puisi yang telah ditulisnya ialah “Februari” (1956), “Pesan Ibu” (1956), “Kapal di Pelabuhan Semarang” (1956), “Kematian” (1968), “Berdua” (1958), “Surat Kepada Kawan” (1964), “Bertemu Kembali” (1964), “Dari Jendela” (1966), “Sahabat” (1968), “Kotaku” (1968), “Penggembala” (1968), “Terpendam” (1969), “Pulau yang Ditinggal” (1969), “Bulan di Abad yang Akan Datang” (1969), “Anakku Bertanya” (1969), “Tetangga” (1970), “Kelahiran ” (1970), “Burung Kecil” (1970), “Pagi Bersalju” (1970), “Sesaudara” (1970), “Jam Berdentang” (1970), “Musim Gugur di Hutan” (1970) “Penyapu Jalan di Paris” (1970), “Yang Telah Pergi”(1970), “Rinduku” (1970). “Tak Ada yang Kulupa” (1971), Le havre” (1971), “Paeis yang Kukenal” (1971), “Mimpi” (1971), “Dua yang Pokok” (1971), dan “Kemari Dekatkan Kursimu” (1971).

Cerita pendek yang ditulisnya terkumpul dalam tiga kumpulan cerita pendek, yaitu Dua Dunia (1956), Tuileries (1982), serta Segi dan Garis (1983). Kumpulan cerpen Dua Dunia terdiri atas tujuh cerpen, yaitu “Dua Dunia”, “Istri Prajurit”, “Djatayu”, “Kelahiran”, “Pendurhaka”, “Perempuan Warung, dan “Penemuan”. Kumpulan cerpen Tuileries terdiri atas dua belas cerpen, yaitu “Tuileries”, “Kucing”, “Pabrik”, “Hari Larut di Kampung Borjuis”, “Kalipasir”, “Jenazah”, “Pencakar Langit”, “Matinya Sebuah Pulau”, “Pasir Hewan”, “Burung Putih”, “Tanah yang Terjanjikan”, dan “Warga Kota”.Kumpulan cerpen Segi dan Garis terdiri atas dua belas cerpen, yaitu “Di Langit di Hati”, “Di Pondok Salju”, “Hujan”, “Ibu Jeantte”, “Janda Muda”, “Kebahagiaan”, “Keluar Tanah Air”, “Pandanaran”, “Penanggung Jawab Candi”, “Perjalanan”, “Sebuah Teluk”", dan “Wanita Siam”. Kumpulan cerpen yang lain ialah Liar (1989) (perubahan judul kumpulan cerpen Dua Dunia) dan Istri Konsul (1989)

Novel yang telah ditulisnya ialah Dua Dunia, (1956), Hati yang Damai (1961), Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiroko (1977), Keberangkatan (1977), Sebuah Lorong di Kotaku (1978), Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979), Padang Ilalang di Belakang Rumah (1979), Sekayu (1981), Kuncup Berseri (1982), Orang-Orang Trans (1985), Pertemuan Dua hati (1986), Jalan Bandungan (1989), Tirai Menurun (1993), dan Kemayoran (2000).



Widji Tukul
Wiji Thukul adalah seorang seniman cum aktivis yang turut dihilangkan secara paksa oleh rezim Orde Baru Soeharto karena aktifitas seni kerakyatannya dianggap provokatif, subversif dan mengancam stabilitas negara. Sejak masa remaja ia sudah aktif menggeluti dunia seni teater dan sastra. Karya-karya ciptaannya terkesan nyeleneh, karena tidak membicarakan keindahan, justru cenderung penuh dengan nada-nada protes akan kenyataan hidup kaum pinggiran yang begitu sulit dijalani. Berbeda dari kebanyakan seniman di masanya yang alergi pada politik, Wiji Thukul dengan tegas melibatkan diri dalam aktivitas politik pergerakan dan menentang keras rezim militeristik Orba yang telah menciptakan keterpurukan Bangsa dengan menghamba pada kepentingan imperium modal asing.

Wiji Thukul kini telah menjadi salah satu legenda dalam sejarah politik pergerakan di Indonesia.  “Hanya Ada Satu Kata : Lawan !” merupakan penggalan larik salah satu puisinya yang berjudul “Peringatan” telah menjelma ibarat kredo magis yang mampu membakar semangat bagi kaum aktivis pergerakan rakyat. Hingga sekarang, Ide dan cita-citanya masih terus hidup disuarakan lewat mulut-mulut manusia yang kian banyak membacai sajak-sajak miliknya. Bahkan sketsa gambar wajahnya pun telah menjadi simbol perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan para penguasa yang menyengsarakan rakyatnya.

(Diolah dari berbagai sumber)
Read More

Sastrawan-Sastrawan Indonesia bagian 1

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas
Ada begitu banyak Sastrawan di Negara ini, tetapi mungkin hanya sedikit yang bisa menembus kancah sastra dunia. Contoh dari beberapa sastrawan lama yang berhasil menembus dunia adalah Pramoedya Ananta Toer. Ada pula sastrawan lain yang terkenal seperti Chairil Anwar, NH Dini, Widji Thukul, kemudian ada juga Buya Hamka. Kalau saya boleh menyebutkan, mereka adalah sastrawan klasik, di mana cerita tersebut tidak mengenal batasan waktu, isinya selalu relevan terlepas dari siapa yang membaca atau di mana cerita itu diterbitkan. Kata klasik sendiri tidak melalui mengacu pada umur karya tersebut. Di sini, klasik mengindikasikan cerita tersebut mampu memberikan nilai resonansi yang kuat bagi pembacanya.



Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya Ananta Toer atau sering dipanggil dengan sebutan Pram saja, merupakan salah satu pengarang produktif yang menorehkan prestasi di dunia sastra Indonesia. Banyak dari karangan-karangannya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, salah satunya adalah Bumi Manusia, buku pertama dari tetralogi pulau buru, sebuah roman yang beliau tulis ketika diasingkan ke pulau Buru.

Beliau lahir dari seorang Ayah yang berprofesi sebagai guru dan Ibu yang berjualan nasi. Pram dikenal sebagai penulis yang handal, di mana tulisan-tulisannya memiliki ciri yang kuat, tegas, dan blak-blakan.


Chairil Anwar
Chairil Anwar lahir di Medan, 22 juli 1922. Tulus adalah nama ayahnya dan saleha ibunya. Mereka berasal dari payakumbuh, sumatera barat. Chairil lahir dalam perantauan kedua orangtuanya ke medan. Dia bersekolah di HIS, Medan. HIS merupakan sekolah dasar pada zaman belanda. Kemudian dia melanjutkan ke SMP, yang ada pada Zaman penjajah dulu di sebut MULO. Di sekolah menengah ini dia hanya duduk di kelas pendahuluan (Voorklaas) dan kelas satu, kemudian ia pindah ke jakarta pada tahun 1941, ketika berumur 19 tahun. Dia tidak tamat MULO karena kesulitan ekonomi. Sajak yang paling terkenal dari seorang Chairil Anwar adalah sajak berjudul “Aku”.
Ada beberapa tuduhan plagiat yang pernah dialamatkan kepada Chairil Anwar sewaktu dia masih hidup. Diberitakan bahwa sajaknya yang berjudul “Datang Dara Hilang Dara” merupakan hasil palgiat dari sajak Hsu Chih Mo yang berjudul “A song of the sea”. Tidak hanya itu saja yang ia contoh, tetapi juga banyak sajak-sajak lain seperti “karawang-Bekasi” yang diambil dari sajak Archibald MacLeish yang berjudul “ The young dead soldiers”. Demikian juga dengan sajaknya “ kepada peminta-minta”, “Rumahku”, dan lain-lain.

Berita itu tentu saja mengejutkan dunia sastra Indonesia sehingga timbul polemik antara yang menyerang dan mempertahankan Chairil. Namun orang-orang pun tidak dapat membantah peranan dan jasa besar Chairil dalam sejarah sastra Indonesia.



Buya Hamka
Buya Hamka lahir tahun 1908, di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA.  Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati.  Karya-karya Buya Hamka yang paling terkenal adalah tenggelamnya kapal van der wijck, yang pernah dituduh Pram sebagai plagiat.
Read More