Kamis, 11 September 2014

Marina Semarang

Diposkan oleh Dina Cahyaningtyas

Meski merupakan hasil reklamasi (pengurukan) di wilayah kota Semarang, keindahan pantai Marina tak kalah dengan keindahan pantai-pantai alami pada umumnya. Pantai yang letaknya di dekat PRPP itu elok dipandang dan enak untuk menjadi tempat bersantai. Selain suasana yang tenang, angin semilir dari arah laut pun sering berembus, hingga menimbulkan suasana sejuk. Banyaknya pepohonan di pinggir pantai membuat para pengunjung bisa berteduh dari sengatan sinar matahari.

Pantai Marina terletak persis di seberang Pantai Maron, pantai yang ada di wilayah Bandara Ahmad Yani. Di Marina, ada semacam beton yang mengitari tepi pantai yang berguna untuk menahan abrasi pantai serta menjadi pemecah gelombang. Selain itu, pemecah gelombang itu pun bermanfaat untuk memudahkan kapal-kapal supaya bersandar di pelabuhan. Pantai Marina memang memiliki sebuah pelabuhan untuk kapal-kapal ukuran kecil sampai sedang. Di sana, kita pun bisa menyewa kapal untuk sekedar berputar-putar di sekitar pantai. Semakin banyak orang yang ikut dalam perjalanan itu, biasanya, harga sewa kapal pun akan semakin murah.

Untuk menjangkau Marina tidak terlalu sulit, hanya perlu sedikit usaha apalagi yang belum terbiasa dengan jalan Semarang. Dari arah kota Semarang, kita hanya perlu lurus terus mengikuti jalan, tak perlu belok-belok. Saat menemukan lampu merah pertama (yang mana bila berbelok ke kanan ikuti lampu, sedangkan bila lurus akan menuju ke arah bandara), kita bisa berbelok ke kanan. Lurus terus ikut jalan hingga sampai ke puri Anjasmoro. Kemudian ketika menemukan perempatan dan lampu merah lagi, maka belok ke kanan. Lurus terus kemudian ambil kiri dan terus saja ikuti jalan.

Jalan menuju ke pantai Marina memang tidak mudah. Bahkan, yang pernah datang ke sana (walau sesekali) masih sering kebingungan untuk menuju tempat itu, apalagi dengan petunjuk jalan yang minim.
Read More

Rabu, 10 September 2014

Lontong Tahu Gimbal Semarang

Diposkan oleh Dina Cahyaningtyas


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata Gimbal? Pasti yang terbayang adalah rambut gimbal dan mungkin saja dataran tinggi Dieng. Namun, Gimbal yang ini jauh berbeda dari gimbal yang ‘itu’. Ini bukan rambut, melainkan makanan. Di Semarang, Gimbal merupakan sejenis kerupuk udang. Kerupuknya berbeda dari kerupuk yang keras dan ‘kriuk’, gimbal memiliki tekstur yang agak tebal tapi tak setebal bakwan, dan... benar-benar ada udangnya di kerupuknya, jadi udangnya tidak melebur jadi satu dengan tepungnya.

Racikan lontong tahu Gimbal cukup sederhana. Makanannya terdiri dari lontong, kol segar, tahu, tauge (jika ada), seledri, gimbal, telur, kemudian bumbu kacang. Makanan khas kota Semarang ini paling mudah dijumpai di Taman KB dan sekitarnya. Harganya cukup bervariasi antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Walau semua terlihat sama, tetapi rasa yang tercipta dari tiap-tiap pembuat bisa terasa sangat berbeda.

Racikan bumbu dari tiap-tiap penjualnya ini yang membuat rasa tiap lontong tahu gimbal yang berbeda-beda. Di Taman KB sendiri, lontong tahu gimbal yang paling terkenal adalah lontong Tahu Gimbal Pak Edy. Sementara, ada lagi lontong tahu Gimbal di daerah plampitan bernama Lontong Tahu Gimbal Pak Man. Jika memilih makan Tahu Gimbal di taman KB, jangan lupa memesan es campur atau es duren juga. Makan tahu Gimbal kurang lengkap rasanya kalau tanpa itu.




Read More

Mie Kopyok Semarang

Diposkan oleh Dina Cahyaningtyas


Pernah dengar nama Mie Kopyok? Mungkin belum pernah dengar. Sudah bisa membayangkan seperti apa bentuk mie kopyok itu? (Tolong jangan dibayangkan kalau mie kopyok itu sejenis dengan Mie yang di-kopyok-kopyok, ya. Itu beda.). Mie Kopyok atau bisa juga disebut sebagai Mie Lontong merupakan salah satu kuliner yang ada di Semarang. Kata kopyok sendiri merupakan istilah karena cara memasak mie-nya yang harus di-kopyok lebih dahulu sebelum dihidangkan.

Makanan yang terdiri dari bakmi yang kelihatan seperti bakmi jawa, tauge atau kecambah, tahu, dan lontong ini merupakan penganan yang enak dimakan, terutama saat lapar. Cara membuatnya mudah saja. Tauge dan bakmi direbus secara bersamaan, lontong dipotong-potong kecil bersama tahu, setelah tauge dan bakmi matang, langsung saja ditarung ke atas potongan lontong dan tahu. Baru tambahkan bumbu, kerupuk gendar, kecap, dan bagi yang doyan pedas, tinggal diberi ulekan lombok setan.

Dulunya, mie kopyok merupakan penganan atau dianggap sebagai jajanan saja. Pada era tahun 70-80an, kebanyakan penjual mie kopyok menjajakan dagangannya dengan cara dipikul berkeliling. Namun, semakin lama, sekarang bisa ditemukan beberapa penjual mie kopyok yang menetap di salah satu tempat. Selain itu, makanan ini yang dulunya makanan ringan sekarang bergeser menjadi makanan utama yang disantap oleh masyarakat.

Harga seporsi mie kopyok bisa dibilang murah. Di pedagang keliling, biasanya sepiring mie kopyok biasa dijual sekitar Rp 7000 – Rp 8000. Rekues lontong 1, hanya menambah sekitar 1000-an. Rasanya pun mantap, antara manis dan gurih.

Read More

Selasa, 09 September 2014

Pantai Kartini Jepara

Diposkan oleh Dina Cahyaningtyas


Selain terkenal dengan ukirannya, Jepara juga memiliki pantai yang cantik seperti Pantai Kartini dan Bandengan. Pantai Kartini terletak sekitar 2,5 km dari pendopo kabupaten atau pusat kota Jepara. Pantai ini berada di area kawasan Bulu Jepara. Selain sebagai objek wisata kota, pantai Kartini juga dimanfaatkan sebagai dermaga, yang menjadi tempat sandaran kapal feri yang akan menuju ke pulau karimun jawa.

Untuk pengunjung yang masuk ke pantai kartini, biasanya harus membayar sekitar Rp 5000. Begitu masuk kawasan, banyak dijumpai penyewaan sepeda, scooter, sampai motor mini yang bisa disewa. Banyak pula warung-warung makan serta penyewaan kamar kecil untuk bilas & mandi setelah bermain di pantai. Ada beberapa penginapan juga yang bisa dijumpai, walau tidak besar.

Selain bisa melihat laut, di pantai kartini ada wahana tempat wisata bernama kura-kura oceanpark, sebuah tempat berisi akuarium-akuarium yang diisi dengan berbagai macam jenis biota laut. Tiket masuk ke kura-kura Ocean park bergantung dengan harinya. Bila hari libur, tiket masuk untuk orang dewasa sekitar Rp 17.500, sedangkan bila hari biasa tiket yang dijual di sana hanya Rp 12.500 saja.

Di samping kura-kura Ocean park, terdapat pedagang-pedagang makanan dari mulai rujak buah, es kelapa muda, sampai bakso bisa ditemui di sana. Sambil menyantap makanan, kita bisa melihat ke arah pantai, karena berada di area terbuka yang cukup teduh, sehingga kita tidak perlu kepanasan saat beristirahat di area itu.
Read More

Ukiran Jepara

Diposkan oleh Dina Cahyaningtyas


Sebelum agama islam masuk ke pulau jawa, orang-orang di negara kita pada waktu itu telah mengenal seni memahat atau pun seni mematung. Begitu pula daerah Jepara, kota yang terletak persis di pesisir utara pulau jawa. Kota itu dulunya merupakan pelabuhan besar yang menjadi pusat persinggahan kapal-kapal dagang yang berlalu-lintas di area laut jawa. Setelah agama islam masuk ke nusantara, seni memahat dan membuat patung pun mengalami perubahan

Di dalam agama Islam, dilarang untuk membuat bentuk-bentuk makhluk hidup yang mirip dengan aslinya, karena ada ayat yang menegaskan bahwa si pembuat patung-patung tersebut akan dipaksa untuk memberikan nyawa pada patung-patung ciptaannya. Sehingga, terciptalah seni-seni ukiran dengan motif-motif klasik yang sangat indah, seperti motif asli jepara.


Ukiran asli Jepara memiliki motif Jumbai atau ujung relung dimana daunnya seperti kipas yang sedang terbuka yang pada ujung daun tersebut meruncing. Dan juga ada buah tiga atau empat biji keluar dari pangkal daun. Selain itu, tangkai relungnya memutar dengan gaya memanjang dan menjalar membentuk cabang-cabang kecil yang mengisi ruang atau hanya untuk memperindah. Selain motif Jepara, ada pula motif-motif lain seperti motif majapahit, motif bali, bahkan motif madura. Namun untuk sekarang, kebanyakan yang diproduksi adalah mebel-mebel berdesain minimalis.





Ada beberapa sentra ukir di kota ini, salah satunya adalah di mulioharjo. Di sana kita bisa menemukan barang-barang kerajinan dipajang hampir di setiap rumah. Dari patung-patung kuda yang realis sampai kursi-kursi atau meja dengan desain yang unik, contohnya adalah meja yang terbuat dari akar. Jika menyempatkan diri ke Jepara, jangan lupa beli oleh-oleh cinderamata buah tangan berupa pajangan kayu. Di sekitar daerah, sebelum tahunan, terdapat deretan toko-toko yang menjual berbagai produk kerajinan, mulai dari kaligrafi, jam, kursi, maupun pajangan-pajangan lain yang terbuat dari kayu. Harganya juga bervariasi, ada yang puluhan ribu sampai jutaan pun ada di sana. 

Read More

Senin, 08 September 2014

Kota Lama : Ada tapi seperti Tiada

Diposkan oleh Dina Cahyaningtyas


Kawasan kota Lama Semarang merupakan sebuah area dengan banyak bangunan atau gedung-gedung bernuansa eropa. Tempat ini terletak di pinggir kota Semarang, dekat dengan stasiun tawang serta poncol. Dulunya, kawasan kota Lama adalah area perdagangan yang ramai dan eksklusif. Namun, karena satu dan lain hal, akhirnya pelan-pelan kawasan itu pun ditinggalkan dan akhirnya kebanyakan gedung dan bangunan di sana tak dipakai lagi.

Alasan-alasan tersebut tak lain seperti karena kawasan tersebut mulai terkena rob. Air dari sungai tak bisa dibuang ke laut, karena terjadi penurunan tanah di kawasan kota lama, sehingga air kembali ke kota dan menggenang di sana. Alasan lainnya, seperti dikatakan di awal, karena kawasan tersebut merupakan kawasan eksklusif, biaya sewa di sana pun mahal, sehingga pelan-pelan banyak pebisnis yang keluar dari area itu. Jika bukan karena stasiun tawang atau beberapa perusahaan jasa yang ada di sana, seperti bank mandiri, asuransi, jiwa, kantor pos, gedung keuangan, kemungkinan daerah itu akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Kota Lama sebenarnya bisa menjadi objek wisata yang menarik dan indah. Apalagi di sana ada gereja Blenduk dan taman srigunting, yang menjadi salah satu ikon kawasan kota lama. Sayangnya, banyak juga gedung-gedung yang tidak terawat di area itu. Beberapa gedung bahkan terlihat tidak sedap dipandang mata. Namun meski demikian, aura sejarah dan era masa zaman Belanda masih terasa kental di sana.

Tidak rugi kalau jalan-jalan ke kawasan kota lama. Menikmati keindahan gereja Blenduk dan suasana sepi yang berdampingan dengan keramaian di tempat itu akan terasa sangat khas sekali. Beberapa ruas jalan utama di kawasan kota lama memang ramai, tetapi di gang-gangnya sepi dan bisa disusuri sambil jalan kaki. Jangan lupa bawa topi atau payung kalau jalan-jalan ke sana waktu siang. Karena Semarang waktu siang panasnya terasa menyengat.







Read More

Minggu, 07 September 2014

Lawang Sewu : Indah, Misterius, dan Bersejarah

Diposkan oleh Dina Cahyaningtyas

Siapa yang tidak mengenal Lawang Sewu? Gedung tua peninggalan jaman Belanda itu merupakan salah satu ikon kota Semarang. Letaknya persis di sekitar seputaran Tugu Muda yang jadi salah satu monumen perjuangan kota Semarang. Sebelum dijadikan sebagai museum, dulunya Lawang Sewu merupakan kantor pusat perusahaan kereta api penjajah Belanda, atau lebih dikenal Nederlandsh Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).

Lawang sewu terkenal sebagai bangunan dengan 1000 pintu. Kenyataannya, pintu-pintu itu tak sampai 1000. Istilah itu terbentuk, karena gedung ini memang memiliki banyak sekali pintu. Selain sebagai bangunan dengan 1000 pintu, Lawang Sewu juga dikenal dengan sebutan gedung ‘angker / mistis’. Persepsi ini terbentuk disebabkan sejarah Lawan Sewu sendiri yang cukup menyedihkan. Bangunan ini digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda dalam beberapa zaman, dari zaman penjajahan Belanda sampai sesudah Kemerdekaan.

Seperti cerita di atas, awalnya Lawang Sewu adalah kantor pusat kereta api yang dibangun Belanda. Kemudian, saat masa penjajahan Jepang, gedung ini menjadi saksi bisu pembantaian yang dilakukan tentara Jepang terhadap orang-orang Belanda atau pun tentara gerilyawan yang tertangkap. Setelah itu, di setelah kemerdekaan, Lawang Sewu digunakan Kantor Perusahaan Kereta Api. Pihak militer sempat mengambil alih gedung ini, tapi sekarang sudah kembali lagi ke tangan PT KAI.

Sekarang, Lawang Sewu telah dipugar dan diperbagus. Catnya juga diperbaharui. Tamannya ditata, sehingga gedung lama peninggalan Belanda itu tak terlihat menyeramkan, malah indah dipandang. Tidak klop rasanya kalau datang ke Semarang tanpa mampir ke tempat-tempat wisatanya, apalagi Lawang Sewu. Di sana kita bisa merasakan nuansa mistis, sejarah, sekaligus keindahan bangunan.
Read More