Kamis, 25 September 2014

Tahap-tahap Menulis (1)

Diposting oleh Dina Cahyaningtyas



Menulis adalah sebuah proses kreatif, imajinatif, dan melalui hasil pemikiran serta perenungan dari si penulis itu sendiri. Sebagai suatu proses, menulis memiliki beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Prapenulisan
2. Penulisan
3. Revisi

Pada tahap prapenulisan, proses menulis terbagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu, pemilihan dan penetapan topik tulisan, menentukan tujuan dan bentuk karangan, mencari dasar bahan penulisan, menyusun kerangka karangan tersebut. Pada bagian pemilihan dan penetapan topik penulisan, kita perlu memperhatikannya dengan baik, karena ini bagian yang penting, menentukan arah atau isi dari karangan kita sendiri. Hal ini dikarenakan pemilihan topik menjadi dasar untuk membangun tulisan tersebut.

Kemudian menentukan tujuan dan bentuk karangan. Dengan menentukan tujuan penulisan, penulis akan lebih mudah mengetahui apa yang ingin dikerjakannya dalam tahap penulisan. Tulisan tersebut nantinya bisa diperluas atau bahkan dipersempit. Lalu ada lagi mencari bahan dasar untuk penulisan. Kita membutuhkan sesuatu untuk menjadi bahan dasar tulisan. Seperti yang pernah dikatakan, menulis dan membaca aalah dua hal yang berdampingan. Tanpa membaca, kita tidak akan bisa menulis. Karena dari bacaan-bacaan-lah kita bisa mengetahui dan memahami apa yang ingin kita utarakan dalam sebuah tulisan.

Yang terakhir pada tahap prapenulisan adalah membuat kerangka karangan. Percayalah bahwa ini pun menjadi yang paling penting. Saat kalian diburu waktu, diberi tekanan untuk segera menyelesaikan cerita, kerangka karangan akan memudahkan kalian dalam menyelesaikan naskah. Kerangka karangan berisi garis besar cerita dari awal sampai akhir. Dan kita bisa membuat patokan-patokan yang akan dipatuhi per bagian cerita dalam karangan. Dengan adanya kerangka, ini memudahkan pekerjaan kita dalam menulis serta mengingatkan seandainya kita teledor dalam mempertahankan logika cerita.